Sabtu, 28
Oktober 2016 pukul 21.00 Ponpes API ASRI Tegalrejo Magelang mengadakan kegiatan
nonoton film bersama Gus Yusuf yang berjudul “Jalan Dakwah Pesantren”. Acara
tersebut diikuti oleh seluruh santri putra dan putri serta pengurus. Nonton
bareng ini juga dihadiri oleh KH. Nasrul Arif selaku pengasuh, KH. Yusuf
Chudlori selaku ketua Yayasan Syubbanul Wathon, Sutradara film Jalan
Dakwah Pesantren Yuda Kurniawan, serta Produser Filmnya Hamzah Sahal.
Diawal
tayangan dijelaskan bahwa pesantren merupakan pendidikan tertua di Indonesia.
Karena pesantren telah berdiri sebelum Indonesia merdeka dan ikut
berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajah.
Dalam tayangan
tersebut, Yudha sang pengarang film meliput berbagai pendapat dari berbagai
tokoh agamadan guru ngaji.
Dalam film dokumenter tersebut,
berbagai Pondok Pesantren salaf maupun modern menjadi objeknya. Terdapat banyak
cuplikan-cuplikan kegiatan sehari-hari para santri yang
memperlihatkan banyak pelajaran. Diantaranya tentang kesederhanaan, kebersamaan,
disiplin, bermasyarakat dan gotong royong.
Salah
satu pendapat tokoh dalam film dokumenter
tersebut mengemukakan bahwa pesantren itu hidup dilingkungan masyarakat
dan dekat dengan masyarakat.. jadi memang benar, pesantren-pesantren yang ada
di Indonesia berdiri di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Secara langsung
itu membuat para santri mudah berinteraksi, berbaur dan gotong-royong dengan
masyarakat.
Dalam
ranah santri, takdim/hormat terhadap guru adalah hal yang sangat penting.
Mencari ridho seorang guru itu kunci maksuknya ilmu yang diajarkan, hormat
kepada guru dapat ditunjukkan dengan berperilaku sopan dan menunduk saat
bertemu dengan guru.
Dalam
kegiatan tersebut, para santri sangat antusias. Selain menonton film, terdapat
sesi diskusi langsung dengan narasumber. Salah satu permasalahan yang dibahas
yaitu tentang “Bagaimana pandangan masyarakat terhadap pondok pesantren itu?”.
Dijelaskan bahwa di era globalisasi ini tentunya banyak masyarakat yang telah
beralih budaya. Pandangan masyarakat terhadap pesantren mungkin ada yang
menganggap baik da nada yang menganggap kurang baik. Untuk menumbuhkan
pandangan baik masyarakat terhadap pesantern itu harus berawal dari santrinya.
Sebagai santri, kita harus mampu membawa nilai-nilai baik pesantren ke dalam
masyarakat. Sebagai santri sebaiknya kita melestarikan budaya dan nilai-nilai
yang ada di pesantren sebagai upaya kita dalam menyebarluaskan agama islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar